25 April, Hari Malaria Sedunia

25 April, Hari Malaria Sedunia

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang disebarkan melalui vektor nyamuk Anopheles yang sudah mangandung parasit tersebut. Kata Malaria berasal dari dua kata yaitu Mal yang berarti buruk dan Aria yang berarti udara, karena mungkin dulu terjadi di lingkungan yang higienitasnya kurang baik.  Malaria masih merupakan penyakit yang menjadi perhatian besar bagi WHO terutama untuk daerah-daerah endemi-nya. Gejala utama dari Malaria adalah demam tinggi yang biasa diiringi rasa dingin menggigil, dengan gejala awal seperti flu.

Picture

Fakta Tentang Malaria
  • Tanggal 25 April ditetapkan sebagai hari Malaria dunia.
  • Ada 5 spesies Plasmodium yang bisa menginfeksi manusia.
  • Kasus paling tinggi terdapat di gurun Sahara Afrika disusul oleh negara tropis termasuk Indonesia.
  • Selama setahun terjadi antara 250 sampai 500 juta kasus malaria di dunia, 1 juta di antaranya meninggal. Kasus meninggal lebih sering pada anak-anak.
  • Ibu hamil yang terinfeksi dapat menulari anak yang sedang dikandungnya.
  • Selain melalui gigitan nyamuk Anopheles  dan ibu yang hamil, kini sedang diteliti adanya kasus malaria tertular melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik bersama, dan transplantasi organ.
  • Yang menyebabkan kematian adalah kegagalan fungsi organ akibat Plasmodium tersebut.

 
Daerah Endemis Malaria di Indonesia
1.     Endemis tinggi (>5 kasus per 1000 penduduk)
  • Nias dan Nias Selatan, Maluku dan Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, serta NTT.

2.     Endemis sedang (1-5 kasus per 1000 penduduk)
  • Kab. Simeuleu (Aceh), Bangka Belitung, Kab. Lingga (Kepri), Kab Batang Hari, Merangin, Sorolangun (Jambi), Kab. Sukamara dan Mura, Kota Waringin Barat (Kalteng), Kab. Toli-Toli, Banggal, Kepulauan Banggal, Poso (Sulteng), Kab. Muna (Sultra), Kab Sumbawa Barat, Dompu, Bima, Sumbawa (NTB), Kab/Kota Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Pekalongan, Sragen (Jateng), Sukabumi, Garut Ciamis (Jabar).

3.     Endemis rendah (0-1 kasus per 1000 penduduk)
  • Sebagian Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi

4.     Non endemis (0 kasus)
  • DKI, Jawa yang tidak disebutkan di atas, Bali, Kab. Barelang, Binkar (Kepri).

Spesies Plasmodium Penyebab Malaria
  1. Plasmodium vivax. Ditemukan di seluruh dunia, paling banyak ada di India, Amerika Tengah dan Selatan. Infeksinya dapat menyebabkan limpa jebol dan menyebabkan kematian. Jenis ini dapat diam di liver dalam waktu cukup lama sejak infeksi pertama sehingga membutuhkan pengobatan khusus.
  2. Plasmodium ovale.  Jarang ditemukan di luar Afrika. Gejala mirip P. vivax dengan kemampuan sama dapat bersembunyi di liver dalam waktu yang lama.
  3. Plasmodium falciparum. Merupakan jenis yang paling bahaya dari Malaria. Kasus terjadi pada daerah tropis dan sub tropis, namun terbanyak pada gurun Sahara di Afrika. Jenis ini sudah banyak yang resisten terhadap pengobatan Malaria yang klasik.
  4. Plasmodium knowlesi. Ditemukan di Malaysia yang dapat memproduksi parasit sangat banyak dalam darah sehingga cukup bahaya.
  5. Plasmodium malariae. Ditemukan di seluruh dunia, namun jarang.  Jenis ini susah untuk dideteksi karena jumlahnya yang tidak begitu banyak dalam darah. Bila tidak diobati infeksi bisa terjadi untuk waktu tahunan.
Picture Siklus Hidup Plasmodium Penyebab Malaria
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, penyakit Malaria disebabkan oleh parasit jenis protozoa dengan genus PlasmodiumPlasmodium menjalani beberapa tahap dalam hidupnya dengan siklus (dalam tubuh nyamuk) sporozoites --> merozoites --> gametocytes --> sprorozoites (bentuk yang “disuntikkan” nyamuk ke manusia, akan berjalan sampai ke liver kemudian berkembang menjadi) --> merozoites (meninggalkan liver masuk ke aliran darah) berubah menjadi --> Plasmodium dewasa mencari sel darah merah kemudian menyerang dan menghancurkannya.
Dalam proses terbentuknya plasmodium dewasa terlahir juga --> gametocytes (yang terhisap kembali oleh nyamuk kemudian berubah menjadi) --> sporozoites (dalam tubuh nyamuk dan siap mengulang siklus baru).

Infeksi karena Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat diam di liver dalam hitungan bulanan bahkan tahunan yang dapat menyebabkan sakit ulangan dengan jenis yang lebih kuat terhadap pengobatan.

Gejala Malaria
  • Demam yang tinggi, hilang timbul. Pola hilang timbulnya berbeda antara Plasmodium penyebab Malaria.
  • Gejala pada anak sering tidak khas, sehingga diagnosis sering terlambat.
  • Pada dewasa, awalnya pasien akan merasa seperti terkena flu dengan demam tinggi disertai oleh nyeri di seluruh badan.
  • Kemudian pasien dapat mengeluhkan menggigil (rigors), berkeringat, lemah, sakit kepala, mual dan muntah.
  • Karena Plasmodium menyerang sel darah merah dan menghancurkannya, maka sering ditemukan anemia (anemia hemolytic) pada pasien Malaria, terutama karena P. falciparum.
  • Pada kasus Malaria P. falciparum juga sering terjadi gagal ginjal, edema paru (cairan di paru-paru), dan menyerang otak (malaria cerebral) yang sering menyebabkan koma.

Kapan Mencari Pertolongan Medis
  1. Bila mengalami gejala di atas, sementara Anda baru saja kembali dari daerah endemis Malaria.
  2. Bila mengalami gejala di atas, sementara Anda seorang ibu yang sedang hamil.
  3. Bila mengalami gejala di atas, sementara Anda baru saja menerima transfusi darah atau memakai jarum suntik bersama-sama.

Penegakan Diagnosis Malaria
  • Malaria didiagnosis dengan menemukan parasit di bawah mikroskop.  Yang diperiksa adalah sampel darah penderita dengan pewarnaan khusus. Jenis dari Plasmodium pun dapat teridentifikasi bila ada gametocytes yang terlihat.  Bila hasil negatif dapat diulang setiap 12 jam. Bila selalu negatif, maka besar kemungkinan bukan malaria.
  • Selain pemeriksaan pasti tersebut ada pemeriksaan penunjang lain yaitu Rapid Test dengan mendeteksi protein antigen dari Plasmodium, dengan hasil didapatkan kurang dari 30 menit.
  • Ada juga pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang mendeteksi DNA Malaria.

Penanganan Malaria
Dilakukan Sendiri
Tidak banyak yang dapat dilakukan sendiri bila terkena Malaria. Pertolongan medis mutlak diperlukan. Tapi yang harus dilakukan oleh pasien adalah minum banyak cairan.  Dehidrasi akan memperburuk kondisi dan membuat penyembuhan menjadi lebih lama

Dilakukan Dokter
  • Dokter akan memberikan cairan infus untuk mencegah dehidrasi.
  • Kemudian akan mengobati dan mengatasi keluhan lain yang terdapat pada pasien.
  • Tapi yang utama adalah dokter akan menegakkan diagnosis penyebab dari Malaria dan memberikan pengobatan utama untuk mengatasi infeksinya.  Beberapa obat anti Malaria yang dapat diberikan dokter: chloroquine, atovaquone-proguanil, artemether-lumefantrine, mefloquine, quinine (kina), quinidine, doxycycline, clindamycin, dan artesunate.
  • Untuk daerah gurun Sahara di Afrika, obat lama seperti chloroquine sudah tidak efektif lagi.
  • Untuk kasus Plasmodium vivax dan ovale tidak bisa hanya menggunakan obat-obatan di atas.  Ada obat yang disebut primaquine yang digunakan untuk membunuh plasmodium yang ada di liver penderita.

Prognosis Malaria
Dengan diagnosis tepat dan cepat dan diberikan tindakan yang akurat, malaria dapat sembuh sempurna. Penderita yang telah dinyatakan sembuh, tetap harus mewaspadai adanya serangan ulangan.  Kondisi fatal terjadi biasanya karena diagnosis terlambat, terapi yang diberikan kurang tepat, jenis Plasmodium yang menginfeksi sudah resisten terhadap pengobatan, atau karena daya tahan tubuh pasien yang buruk karena mengidap penyakit lainnya. Pada penderita yang merupakan ibu hamil sangat beresiko keguguran atau bahkan kematian ibu.

Pencegahan Malaria
  1. 1. Malaria ditularkan oleh nyamuk, maka segala sesuatu yang dapat menghindari kita dari gigitan nyamuk dapat mencegah kita untuk terkena Malaria.
  2. 2. Malaria merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal, sehingga mereka yang akan pergi ke daerah endemis malaria, harus mengunjungi dokter untuk  mendapatkan persiapan agar tidak sampai tertular.
  3. 3. Dokter dapat saja memberikan obat untuk pencegahan (profilaksis). Pengobatan dimulai sejak beberapa hari sebelum berangkat, kemudian diminum selama berada di daerah endemi, dan diteruskan hingga beberapa hari setelah kembali.  Jenis obatnya akan sangat tergantung dari daerah yang akan dikunjungi
  4. 4. Penderita malaria tidak boleh mendonorkan darahnya paling tidak tiga tahun sejak dikatakan sembuh. Demikian juga orang yang baru kembali dari daerah endemi.
  5. 5. Vaksin untuk Malaria masih sedang diteliti dan dibuat. Setelah puluhan tahun menemui kegagalan, dari 3 percobaan terakhir pada tahun 2011, sudah ada titik terang bahwa tidak lama lagi, kita sudah dapat menikmati vaksin malaria. (Click di sini untuk melihat vaksin dewasa yang sudah tersedia).
  6. 6. Mereka yang tinggal di daerah endemi untuk waktu lama, dapat saja membuat kekebalan alami terhadap malaria secara parsial (tidak 100%) di tubuhnya, tapi kekebalan ini akan hilang dalam beberapa waktu bila sudah meninggalkan daerah endemi.


source : http://indramuhtadi.weebly.com

Tentang Kami

adalah toko online dari AbadiNusa Usaha Semesta sebagai distributor alkes atau alat-alat kesehatan, yang telah berdiri sejak tahun 1980. Dan mulai memproduksi sendiri alat-alat kesehatan sejak tahun 1994. Kini hadir untuk melayani pembelian alkes dari berbagai wilyah di Indonesia, dimanapun anda berada!

Latest Tweets

Follow us on twitter

Facebook